Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan – , OKI – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI terus memaksimalkan upaya penghentian penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi yang telah mencakup 74.391 hewan ternak.
Atas upaya tersebut, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir mendapatkan Penghargaan Kinerja Positif Penyelenggaraan Vaksinasi PMK Tahun 2023 dari Dinas Keamanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan.
Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan
“Penghargaan ini patut diberikan kepada rekan-rekan di lapangan yang telah bekerja keras, khususnya dokter hewan yang memberikan pelayanan terbaik,” ujar Dedi Kurniawan, S.STP, M.Si saat menerima penghargaan dari Ketua DKPP Provinsi Sumsel Ir. Ruzuan Efendi MM pada seminar dan workshop analisis risiko perdagangan produk hewan dan pembawa penyakit di Palembang, Kamis (26/10).
Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan
Dedy mengungkapkan, jumlah hewan ternak yang divaksin sebanyak 74.391 ekor akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya dokter hewan dan ahli kesehatan hewan di lapangan yang melakukan vaksinasi PMK.
Ia menambahkan, kegiatan vaksinasi ini dilakukan untuk menjamin kekebalan hewan ruminansia, khususnya sapi dan kambing di wilayah OKI, terhadap penyakit mulut dan kuku yang mewabah di Tanah Air sejak Mei tahun lalu.
Pembangunan Tol Trans Sumatera di Jambi Progres, Kondisi Cuaca Ekstrem Target Selesai Semester II 2024.
Jelang Pencoblosan, Prabowo Subianto Diterpa Masalah Korupsi: Mantan Menteri Perdagangan Lutfi Sebut Media Game Sangat Busuk dan Keterlaluan!, PALEMBANG – Rapat Koordinasi Implementasi Program Aksi Ketahanan Pangan 2021 digelar di Hotel Swarna Dwipa pada hari Kamis (19/02/2021)Palembang.
Kepala Dinas Pertanian Selaku Sekretaris Tim Penyusun Rad Ksb Melaksanakan Koordinasi Teknis Ke Tpd Rap Ksb Provinsi Sumatera Utara
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Ruzuan Efendi dalam wawancara usai kegiatan mengatakan bahwa titik tolak pelaksanaan program sudah kita tentukan pada tahun 2021. Selain itu tentunya kita juga sedang mempersiapkan di tahun 2022. Karena tanpa dukungan semua pihak di kabupaten/kota, program kita tidak akan berhasil, apalagi program negara.
“Apalagi Pak Gubernur, yang mana ‘Sumatera Selatan berkembang untuk semua’ dan juga bahwa Sumsel adalah keranjang pangan, maka itu akan terus kita pertahankan,” jelas Ruzuan.
Kawasan penyimpanan pangan nasional merupakan salah satu unsur pendukung ketahanan pangan karena merupakan kesatuan dari pertanian, pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
Kebijakan impor merupakan kebijakan sentral. Tapi lihatlah situasi kita di Sumatera Selatan, yang keadaannya tetap stabil dalam beberapa tahun terakhir. Kami optimistis tidak ada impor, kecuali beberapa produk misalnya bawang putih, bawang merah, tapi yang lain misalnya daging dari Sumsel bisa saja dilakukan.
Ternak Positif Pmk Ditemukan Di Sumsel, Tersebar Di Tiga Daerah
Ruzuan melanjutkan, namun beras, telur, dan ayam goreng kita cukup, sehingga nampaknya tidak ada kekhawatiran atau keraguan yang berarti dalam hal ini.
“Kita harus berdamai dengan keyakinan bahwa kita harus menjaga stabilitas harga, kita harus menjaga distribusi agar tujuan cepat tercapai,” jelasnya.
Untuk bekerja sama dengan baik dan meningkatkan apa yang sudah menjadi program. Ini merupakan kerja sama antar kabupaten/kota dan provinsi.
Kami sedang menganalisa pergerakan, baik cuaca yang mendukung maupun banyaknya panen yang akan terjadi pada bulan ini dan Maret tahun depan, di beberapa kawasan khusus beras dan beberapa komoditas lainnya seperti telur, daging, dan ayam. Kami yakin ada akan menjadi kekurangan. “Tapi kami selalu memantau dan memantau perubahannya, jadi kami akan mendiskusikannya dengan tim pengendalian harga di Bank Indonesia,” kata Ruzuan Efendi, Pj Kepala Dinas Keamanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan.
Livestock Expo Dan Kontes Ternak 2017
Seluruh Desa Resiko ODP, Kemungkinan Meninggal karena TBC Paru, Warga Mandikan Jenazah Terjangkit Corona, Keluarga Jaga Tahlilan 21,3 K Palembang,- Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru kepada kawan-kawan petugas teknis untuk memperbanyak ternak. produksi (PPTPPP) usai peresmian dan pembukaan Pengarahan PPTPPP Selatan Provinsi Sumatera Tahun 2022 di Aula Asrama Haji, Jumat (19/08/2022).
Jumlah ternak di Sumsel terus mengalami penurunan karena kurangnya animo masyarakat dengan alasan produktivitas tidak menguntungkan bagi peternak.
“Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani tentang kewirausahaan. Tugas Anda adalah menggembleng individu atau kelompok untuk mengatasi berbagai sebab,” ujarnya.
Langkah pertama yang harus dilakukan PPTPPP adalah menggugah minat masyarakat terhadap peternakan dengan menerapkan pendekatan model di setiap daerah yang menyesuaikan dengan karakteristik tradisi budaya lokal, lanjut HD. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan mengenai permodalan dan pemasaran.
Atasi Penyakit Ngorok Tegere, Sumsel Suntikkan 6.000 Dosis Va
Jika pengetahuan terbatas, kita perlu banyak belajar, memanfaatkan perkembangan teknologi melalui internet dan bisa mentransfer ilmu kepada petani dengan cara kita sendiri.
“Tidak hanya melalui membaca, tetapi juga melalui tutorial. Selain itu, membangun jaringan pemasaran harus selaras dengan produktivitas dan pangsa pasar,” ujarnya.
HD menuntut PPTPPP menerapkan sistem dan mekanisme bisnis yang benar dan bertanggung jawab. Berorientasi pada pekerjaan, mengabdi dan menjadi sosok muda inspiratif.
Saat pelaksanaan di lapangan, saya meminta koordinator wilayah untuk memberikan laporan perkembangannya. Yang mencakup parameter kinerja dan produk, sehingga menciptakan sistem pengendalian yang dapat dinilai setiap tahunnya.
Berita Bsip Sumatera Selatan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ir. Ruzuan Effendi, M.M., menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yakni pukul 18.00 hingga 20.00 di Aula Islamic Center Asrama Haji dan diikuti oleh 208 petugas dari 17 kabupaten/kota di Sumsel serta narasumber yang berkompeten. orang.
Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Dr. H. Edward Candra, M.H. (Tim Media Kominfo Provinsi Sumsel/toeb)
Pangkoarmada II, Laksamana TNI Denih Hendrata, menginstruksikan seluruh pejabat Koarmada II untuk berpesan kepada prajurit agar selalu menjaga kebersihan area markas Koarmada II. PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumel) melaporkan hewan ternaknya positif terjangkit penyakit mulut dan kuku di tiga wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Ruzuan Effendi mengatakan tiga wilayah tersebut adalah Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Musi Rawas.
Bidang Peternakan Dan Kesehatan Hewan Dpkpp Dampingi Tim Dpkh Provinsi Sumatera Barat Meninjau Kondisi Tempat Pemotongan Hewan
Kasus ini terungkap beberapa waktu lalu setelah mendapat hasil tes dari Laboratorium Veteriner Lampung wilayah kerja Sumsel.
Hasilnya, tujuh dari delapan sampel sapi yang dikirim ke laboratorium dinyatakan positif, yakni lima dari Lubuk Linggau, dua dari Musi Rawas, dan satu dari Ogan Komering Ilir, ujarnya usai mengoordinasikan pengendalian dan pengelolaan PMK di tingkat kabupaten/kota. . pertemuan di ruang rapat Bina Praja.
Untuk mencegah penyebaran PMK lebih lanjut, kata dia, pemerintah provinsi telah menginstruksikan seluruh dinas pertanian, peternakan, dan instansi terkait lainnya di 17 kabupaten/kota untuk menutup akses keluar masuk angkutan ternak, produk hewan, dan media yang membawa penyakit berisiko tinggi. .
“Kami meminta Kementerian Pertanian untuk memberikan vaksin yang dapat memprediksi penyebarannya. Meski tidak semua orang divaksin, setidaknya kita bisa meminimalisir penyebarannya,” ujarnya, masih masuk dalam kategori kuning atau penyebaran rendah untuk wabah penyakit mulut dan kuku.
Peringati Hut Armada Tahun 2023, Lanal Palembang Adakan Bazar Murah
Sementara itu, Kepala Balai Besar Laboratorium Veteriner Wilayah Sumsel Hasan Sanyata mengatakan, para peternak tidak perlu terlalu khawatir jika ditemukan hewan ternak yang sakit karena belum tentu mereka terkena penyakit mulut dan kuku.
“Karena untuk dikatakan mengidap penyakit (PMK) harus menjalani tes dulu, kalau hanya gejala saja, mungkin penyakitnya berbeda, gejalanya hampir sama,” ujarnya, namun pihaknya memberikan 17 kepala daerah. ternak sapi dengan tabung sampling untuk wilayah yang tersebar di 17 kabupaten/kota sebagai salah satu upaya pengendalian.
“Jika terdeteksi hewan ternak sakit dengan gejala klinis (sisa air liur, lecet di bibir dan kaki), instansi terkait di wilayah distribusi dapat segera memulai pengujian sampel, dan hasilnya akan diketahui dalam satu hari,” imbuhnya.
Berdasarkan penelusuran medis, dia mengakui sejauh ini wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak belum menular ke manusia, sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir.
Dinas Peternakan Sumsel Usulkan 500 Ribu Vaksin Atasi Pmk
Dinas perindustrian dan perdagangan provinsi sumatera utara, dinas perkebunan provinsi sumatera selatan, dinas kesehatan provinsi sumatera utara, dinas perkebunan provinsi sumatera utara, dinas pendidikan provinsi sumatera selatan, dinas peternakan sulawesi selatan, dinas kesehatan provinsi sumatera selatan, dinas peternakan sumatera utara, dinas peternakan provinsi jambi, dinas peternakan provinsi jawa timur, dinas peternakan provinsi lampung, dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi sumatera utara