Artikel Tentang Membuang Sampah Di Sungai

Artikel Tentang Membuang Sampah Di Sungai – Seorang warga membersihkan sampah di tepian sungai Zhln. Jati Bunder, Ayo. Kebon Melati, Kec. Tana Abanga, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017). Pemprov DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat melakukan penataan kawasan kumuh dengan mencanangkan program 100-0-100 yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memberantas kawasan kumuh di Jakarta pada tahun 2019. (KOMPAS.com/Harry Andrew Lotulung)

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemandangan tak sedap terlihat dari atas jembatan kecil di Jalan Jati Bunder, Kelurahan Kebon Melati, Tana Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2017).

Artikel Tentang Membuang Sampah Di Sungai

Sampah plastik menumpuk dan hampir memenuhi seluruh aliran sungai. Sungai itu berwarna hitam dan berbau tidak sedap.

Dampak Limbah Pembuangan Sampah Terhadap Aliran Sungai Halaman 1

Sungai Jati Bunder seolah kehabisan air namun berubah menjadi “sungai sejuta sampah”. Ketinggian puing-puing di sungai itu hampir sejajar dengan jalan di sebelahnya.

Seorang perempuan paruh baya di Ade mengatakan, sungai di sekitar rumahnya belum dibersihkan sejak Idul Adha atau sepekan lalu.

Hal serupa juga diungkapkan warga lain bernama Dodi. Menurut dia, di sekitar pemukiman tidak ada cara untuk membuang sampah sehingga warga kerap membuang sampah ke sungai.

Selama ini warga hanya mengandalkan bantuan Dinas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang melakukan pengumpulan sampah setiap dua hari sekali.

Banjir Dan Sampah

“Kalau mau membuang sampah harus ke pasar atau belakang kantor camat, sehingga biasanya warga malas dan memilih membuangnya ke sungai, termasuk saya sendiri,” kata Dodi.

Mereka juga mengajarkan warga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Isnawa pun membenarkan, kondisi sungai di Jalan Jati Bunder setelah dibersihkan, bersih dari puing-puing, namun selang beberapa jam kembali kotor.

Isnawa mengatakan, kebersihan sungai tidak cukup hanya mengandalkan petugas saja. Partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai dan sungai.

Ada anggapan yang keliru dan salah. Dengan hadirnya UPK PHL Badan Air, PPSU dan Pasukan Pelangi lainnya, warga bisa seenaknya mencemari lingkungan dan tidak lagi memberikan jasa lingkungan, ujarnya.

Stop Buang Sampah Ke Sungai Sumber Air Bersih!

Isnawa meminta masyarakat membantah spekulasi tersebut. Ia menghimbau warga untuk menjaga lingkungan dan membuang sampah yang dapat didaur ulang dengan membentuk dana sampah.

Kompas TV Sungai Tsilivung yang dulunya kotor dan menjadi penyebab utama banjir di Jakarta, kini menjadi bersih.

Dapatkan berita pilihan dan berita terhangat di Kompas.com setiap hari. Bergabunglah dengan grup Telegram “Kompas.com News Update”, klik link https://t.me/kompascomupdate lalu gabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Berita Terkait Buang Sampah di Sungai, Polres Wonosobo Selidiki Tiga Warga Tumpukan Sampah di TPST Bantargebang Didesain Kampanye Malu Piramid, Ratusan Relawan Pungut Sampah di Kampung Pinggir Sungai, Saluran Sampah “Disulap” dan Air Jadi Bersih . FishDjarot penuh: Sabtu malam warga jalan-jalan, Minggu pagi banyak sampah

Miris! Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Di Sungai, Mahasiswa Undip Sadarkan Warga Desa

Gambar membuang sampah di sungai, membuang sampah di sungai, membuang sampah ke sungai, artikel tentang daur ulang sampah, artikel tentang sampah plastik di sungai, membuang sampah sembarangan di sungai, akibat membuang sampah di sungai, artikel tentang pengelolaan sampah, artikel tentang sampah di sungai, cara membuang sampah di hp samsung, dampak membuang sampah di sungai, artikel tentang membuang sampah sembarangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *