Salah Satu Pulau Di Kepulauan Seribu – 5°44′44″LS 106°36′55″BT / 5,74556°LS 106,61528°BT / -5,74556; 106.61528 Koordinat: 5°44′44″S 106°36′55″E / 5.74556°S 106.61528°E / -5.74556; 106.61528
Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan kawasan perlindungan laut di Indonesia yang terletak sekitar 45 km sebelah utara Jakarta.
Salah Satu Pulau Di Kepulauan Seribu
Secara administratif, kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribo terletak di Kecamatan Kepulauan Seribo Utara dalam Badan Administratif Kepulauan Seribo dan terdiri dari tiga kabupaten tersendiri antara lain Kecamatan Pulau Pangang, Kecamatan Pulau Kelapa, dan Kecamatan Pulau Harapan.
Destinasi Wisata Kepulauan Seribu Yang Sangat Terjangkau
Secara geografis, taman nasional ini terletak pada 5°24′ – 5°45′ Lintang Selatan, 106°25′ – 106°40′ Bujur Timur dan memiliki luas sekitar 107.489 hektar.
Dan 2 pulau yaitu Pulau Panjaliran Barat dan Pulau Panjaliran Timur dengan luas 39,50 hektar. Dengan demikian, 108 pulau (wilayah daratan) lainnya sebenarnya tidak termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.
Upaya pengaturan perairan laut Kepulauan Seribo sudah beberapa waktu dilakukan melalui peraturan daerah dan pusat. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta menginisiasi pengaturan pemanfaatan Kepulauan Seribu akibat penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, antara lain:
Mengingat potensi wilayah dan tanda-tanda tingginya eksploitasi sumber daya alam laut di wilayah Kepulauan Seribo, maka pemerintah pusat telah melakukan beberapa perjanjian, antara lain sebagai berikut:
Fakta Pulau Gosong Kepulauan Seribu Jakarta Yang Jarang Diketahui
Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu merupakan ekosistem pulau kecil dan laut dangkal yang terdiri dari 78 pulau kecil, 86 pulau gosong dan terumbu karang dangkal, pulau-pulau tersebut luasnya kurang lebih 2.136 hektar (terumbu karang). 1.994 ha, laguna 119 ha, selat 18 ha dan teluk 5 ha), terumbu karang tipe reef, hutan mangrove dan media tanam lamun yang sangat kekurangan unsur hara dengan kedalaman laut sekitar 20-40 m./adalah tanah. Terdapat 3 (tiga) ekosistem utama yang membentuk ekosistem zona TNKpS, yaitu: hutan pantai, hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Secara ekologis, ketiga ekosistem besar ini merupakan penyangga alami terestrial di pulau ini yang memberikan manfaat langsung dan tidak langsung bagi manusia.
Lahan gugusan pulau pada zona TNKpS mempunyai topografi landai (datar), tipe iklim A (Schmt dan Ferguson, 1951), yaitu wilayah beriklim tropis lembab, dipengaruhi oleh 2 (dua) musim, yaitu musim bagian barat. satu. Musim (Januari – Februari) dan Musim Timur (Juli – Agustus). Kondisi iklim tahunan menunjukkan curah hujan bulanan di Jakarta dan Kepulauan Seribu berkisar antara 124,78 mm (Agustus) hingga 354,38 mm (Januari), dengan rata-rata tahunan sebesar 3.810,27 mm (BMG Jakarta, 1992 hingga 1996).
Ketinggian gelombang di Kepulauan Seribo mencapai 0,5–1,5 m pada musim barat dan 0,5–1,0 m pada musim timur (Dihiros TNI-AL, 1986). Ketinggian gelombang sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain karena kecepatan angin dan rambat gelombang serta perairan di sekitarnya, tergantung letak Kepulauan Seribu yang berdekatan dengan perairan terbuka. Gelombang tersebut dominan berarah Timur-Tenggara, dipengaruhi oleh refraksi saat memasuki wilayah paparan. Pada bulan November 1998 – Agustus 1999. Pengamatan Seawatch Indonesia di Pulau Kelapa mencatat tinggi gelombang 0,05 hingga 1,03 meter dan durasi gelombang 2,13 hingga 5,52 detik.
Pengukuran pada tahun 1999 (Jurusan Teknik Geodesi-ITB) mencatat kecepatan arus pada kondisi mata air sebesar 5–48 cm/s di Pulau Pramuka, Pulau Panggang, dan Pulau Kariya dengan arah berkisar antara 3° hingga 348°. Di lokasi yang sama, dalam kondisi pasang surut, kecepatan arus tercatat 4–30 cm/s, dengan arah bervariasi dari 16 hingga 350°. Hasil pengamatan “Seawatch – BPPT” di P. Kelapa pada bulan November dan Desember 1998 mencatat kecepatan arus berkisar antara 0,6 cm/s sampai dengan 77,3 cm/s, kecepatan rata-rata 23,6 cm/s, dan arah arus pada pagi hari. di timur laut.
Hal Menarik Di Pulau Putri, Sebuah Nirwana Di Kepulauan Seribu
Topografi wilayah Kepulauan Seribo berbentuk datar atau landai dengan ketinggian sekitar 0 hingga 2 meter di atas permukaan laut. Dengan tingkat erosi di pulau-pulau tersebut masuk dalam kategori sedang hingga berat. Dengan ketinggian permukaan laut antara 1 hingga 1,5 m, luas daratan dapat berubah akibat pasang surut air laut. Dengan demikian, Kepulauan Seribo merupakan dataran rendah pesisir dan perairan lautnya ditutupi karang yang membentuk atol dan terumbu penghalang. Atol terdapat hampir di seluruh gugusan pulau kecuali Pulau Pari, sedangkan Pulau Pari, Pulau Kotok, dan Pulau Tix mempunyai terumbu karang semak belukar. Air tanah di Kepulauan Seribu mungkin ada dalam bentuk air tanah tidak bertekanan, yang terdapat di samping air tambang pada kedalaman 0,5 hingga 4 m di banyak pulau berpenghuni. Air tanah terkompresi juga terdapat di beberapa pulau seperti Pulau Pari, Pulau Onting Jawa, dan Pulau Kelapa (Dinas Pertambangan DKI Jakarta). Keberadaan air tanah di Kepulauan Seribo terkait dengan sebaran sedimen sungai purba yang menjadi dasar pertumbuhan karang.
Wilayah TNKpS meliputi perairan Laut Jawa di bagian utara Teluk Jakarta. Karena termasuk dalam Paparan Sunda, maka perairan laut di kawasan ini merupakan perairan laut dangkal dengan pulau-pulau karang dan paparan karang serta terumbu karang (dataran tinggi batuan dan terumbu karang). Taman nasional ini mempunyai keunikan sumber daya alam yaitu keindahan alam laut dengan ekosistem karang yang unik seperti terumbu karang, ikan hias dan makanan, echinodermata, krustasea, moluska, penyu, tumbuhan laut dan darat, mangrove, padang lamun, dll.
Berdasarkan kriteria kegiatan budidaya perikanan seperti kondisi geofisika (lindungan, kedalaman perairan dan substrat dasar laut), oseanografi (kecepatan arus) dan kualitas perairan (kejernihan dan salinitas), Kepulauan Seribu Potensi pengembangan budidaya laut mencakup suatu wilayah. 904,17 ha, dimana 622,49 ha (66%) berada di kawasan KNPS. Berdasarkan kriteria pariwisata: keindahan alam, keaslian panorama alam, keunikan ekosistem, tidak adanya penghalang alam berbahaya dan tersedianya sarana dan prasarana pendukung, maka kapasitas pengembangan pariwisata Kepulauan Seribu adalah 872,06 hektar dengan jumlah wisatawan. Kapasitas 2318 orang per hari, dimana 795, 38 hektar dan 1699 orang per hari (73%) berada di kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribo.
Ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Seribo biasanya berupa terumbu tepi dengan kedalaman antara 1 hingga 20 meter. Terbentuknya terumbu karang tersebut secara tidak langsung dapat meredam gelombang ombak yang dapat mengikis pesisir Kepulauan Seribo yang tergolong pulau-pulau sangat kecil. Jumlah jenis karang keras yang ditemukan di perairan TNKpS sebanyak 62 marga dengan kelimpahan 46.015 individu/ha (2005) dan 61 jenis dengan kelimpahan 35.878 individu/ha. Jenis karang keras yang dapat ditemukan adalah karang besar seperti montastria dan labophyllia, karang meja, karang kipas (gorgonia), karang lembaran, karang jamur dan jenis karang lainnya. Karang lunak (soft coral) dengan kelimpahan 62.985 individu per hektar dengan jumlah spesies maksimal 29. Beberapa jenis koloni karang yang ada antara lain Acropora tabulate, Acropora bercabang, Acropora digitate, Acropora submassive, bercabang, masif, encrusting, submassive, leaf dan soft corals. Beberapa jenis karang yang menjadi komoditas komersial adalah Acropora sp., Porites sp., Favia sp., Gorgonian sp. dan Akar Bahar atau Karang Hitam (Antiphates sp.) yang masih merupakan salah satu spesies biota laut yang terdaftar dalam CITES. 2. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata kondisi tutupan karang di TNKpS mengalami peningkatan. Perkembangan tutupan karang keras dari tahun 2003 hingga 2009. adalah 33,00% (2003), 31,98% (2005), 33,44% (2007) dan 34,60% (2009). Kondisi tutupan karang pada zona pemanfaatan wisata adalah 30,67% (2003), 40,05% (2005), 31,50% (2007) dan 38,6% (2009). Status tutupan karang pada kawasan permukiman adalah 40,63% (2003), 31,98% (2005), 33,44% (2007) dan 34,1% (2009).
Memberdayakan Potensi Wisata Pulau Tidung Kepulauan Seribu
Keanekaragaman dan Kelimpahan Organisme Ikan Karang di Perairan Zona TNKpS Tahun 2007. Perairan zona inti memiliki 29.382 individu ikan/ha, perairan zona pemanfaatan pariwisata – 49.600 individu ikan/ha, dan perairan zona pemukiman memiliki 32.280 individu ikan/ha. Jenis ikan hias yang menghuni kawasan TNKpS adalah ikan kupu-kupu (famili Chaetodont), ikan serendipitous (famili Apogoni), ikan berduri (famili puma centra) dan ikan ekor merah (famili Cassiidae). Sedangkan ikan yang dimanfaatkan sebagai makanan adalah: kelinci (Siganus sp.), makarel (Scomberomorus sp.), ekor kuning (Caesio spp.), ikan (famili Serranae), dan tuna (Eutynus sp.). Moluska (moluska) yang ditemukan antara lain gastropoda, pelecypoda, dengan spesies yang dilindungi antara lain kima raksasa (Tracna gigas) dan squamosal (Tracna squamosa). Sekitar 295 jenis gastropoda, 97 jenis pelecypoda, 20 jenis bivalvia seperti kima (Tracna squamosa), kima pasir (Hippopus hippopus) dan kima raksasa (T. gigas) serta beberapa jenis kopepoda seperti cumi-cumi. (Loligo vulgaris), sotong (Sepia sp.) dan gurita (Octopus sp.). Jenis reptilia yang ada antara lain penyu gertakan (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), ular sanca (Python sp.) dan kadal tembaga (Varanus sp.). Mamalia yang ditemukan antara lain kucing hutan (Felis bengalis) dan lumba-lumba hidung botol (Triceps truncates). Echinodermata yang umum ditemukan antara lain bintang laut, lili laut, teripang, dan bulu babi, yang juga mengindikasikan kerusakan terumbu karang. Kerang yang banyak dikonsumsi antara lain udang, kepiting (Portumus sp.) dan udang karang (spiny lobster). Unggas air juga umum ditemukan di Kepulauan Seribo, termasuk burung dara laut (Sterna sp.) dan burung cikalang (Fregata spp.).
Kawasan KNPS merupakan habitat yang dilindungi bagi penyu tempayan (Eretmochelys imbricata), sehingga keberadaannya semakin langka. Untuk menyelamatkan satwa ini, selain menjaga tempat bersarangnya seperti Pulau Lang Timur, Panjaliran Barat, Panjaliran Timur, dan Pulau Belanda, pihaknya juga telah melakukan pemeliharaan, pemeliharaan, dan pelepasliaran telur penyu di Pulau Pramuk dan Pulau Sepa. Kegiatan ini dilakukan di Pulau Pramuk dan Pulau Sepa.
Pulau macan kepulauan seribu, pulau di kepulauan seribu, pulau putri kepulauan seribu, pulau h kepulauan seribu, pulau sepa kepulauan seribu, pulau royal kepulauan seribu, pulau pelangi kepulauan seribu, pulau pari kepulauan seribu, pulau harapan kepulauan seribu, pulau ayer kepulauan seribu, salah satu kepulauan di pulau seribu, salah satu pulau di pulau seribu